6 Langkah Merawat Pintu Jati Ukir Agar Awet

6 Langkah Merawat Pintu Jati Ukir Agar Awet

 

Pintu Jati Ukir

Pintu jati ukir sering dijadikan orang untuk memperindah tampilan rumahnya. Bukan hanya itu, karena bentuknya yang unik dan harganya yang mahal, kehadiran pintu jati ukir di sebuah rumah juga mampu mengangkat eksistensi dari pemilik rumah. Pada zaman dahulu, rumah dengan pintu jati ukir sudah bisa dipastikan pemiliknya mempunyai jabatan di lingkungannya. Begitu juga zaman sekarang. Meskipun pemilik pintu seperti ini sudah semakin banyak, namun kesan elegan dan mempunyai strata di atas rata-rata tetap terkesan bagi pemiliknya.

Sayangnya, tidak semua orang yang mempunyai pintu jati ukir di rumahnya yang mengetahui cara merawatnya. Banyak orang yang justru meubel ini menjadi tidak terawat, bahkan terkesan kumuh. Padahal, merawat pintu ukir dari bahan kayu jati tidaklah sulit. Namun, memang dibutuhkan ketelitian dan kerajinan. Nah, jika Anda termasuk salah satu penggemar pintu jati yang berukir atau bahkan memilikinya, berikut ini diberikan cara merawatnya agar bisa lebih awet dan dapat mendukung penampilan dari rumah Anda.

Langkah 1: Bersihkan debu dengan kemoceng.

Setiap hari, banyak debu yang menempel di permukaan luar pintu berukir. Kemoceng bisa Anda gunakan untuk menghilangkan debu yang baru saja menempel agar tidak masuk ke dalam ukiran yang lebih dalam. Dengan begitu, di dalam ukiran tidak lebih banyak lagi debu yang menempel.

Langkah 2: Bersihkan bagian dalam ukiran

Ukiran mempunyai kedalaman yang berbeda. Semakin dalam ukiran, bahkan jika ukiran tersebut hingga menembus bagian belakang, sudah tentu cara membersihkannya lebih sulit. Nah, Anda bisa membersihkan debu yang ada di dalam ukiran tersebut dengan menggunakan bantuan bambu kecil sebesar pensil. Kemudian, balut bambu tersebut dengan kain berbahan lembut. Masukkan bambu yang sudah terbalut kain tersebut untuk membersihkan debu di dalam ukiran. Semakin detail Anda membersihkan bagian dalam ukiran ini, semakin banyak debu yang keluar meskipun sudah lama mengendap.

Langkah 3: Bersihkan debu dari dalam ukiran yang menempel permukaan pintu

Dari langkah kedua dan ketiga di atas, biasanya debu atau bubuk yang berasal dari dalam ukiran akan keluar dan menempel di permukaan pintu. Nah, Anda bisa membersihkannya menggunakan kemoceng kembali. Pada intinya, membersihkan permukaan pintu adalah urusan kemoceng. Karena permukaan pintu sangat berperan vital dalam hal penampilan, maka Anda harus hati-hati, jangan sampai alat yang digunakan justru dapat merusak keindahan dari permukaan pintu itu sendiri. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menggunakan kemoceng.

Langkah 4: Membuat pintu tampak mengkilat

Untuk membuat pintu tampak mengkilat dan terlihat baru, Anda bisa menggunakan minyak kayu yang dioleskan menggunakan kuas. Mengapa digunakan minyak? Sebab, basak minyak tidak akan membuat kayu menjadi keropos, mengalami korosi, atau rusak seperti jika terkena air. Minyak yang masuk ke dalam pori-pori kayu justru membuat pintu menjadi tampak lebih berkelas. Meskipun kelihatan basah, namun dijamin tidak akan menepel saat Anda pegang.

Langkah 5: Lengkapi keindahan pintu dengan aroma wangi

Aroma wangi  tidak hanya dibutuhkan ruangan. Pintu dengan bahan kayu jati, terlebih yang berukir, juga perlu diberi wewangian. Minyak wangi cendana atau gaharu yang mempunyai aroma cukup khas, sangat pas untuk Anda gunakan sebagai pewangi pintu. Selain memberi aroma, minyak wangi cendana ini juga dapat menjaga keawetan dari kayu itu sendiri. Jika ingin wewangian yang lebih beragam, Anda bisa mencampurkan minyak cendana dengan minyak sunpolish.

Langkah 6: Bersihkan bubuk akibat serangga kecil dengan minyak tanah

Saat kualitas kayu jati yang Anda pilih dalam pembuatan pintu tidak cukup baik, biasanya akan memberi kesempatan kepada serangga atau binatang-binatang kecil untuk bersarang di pintu tersebut, terutama di dalam ukiran. Biasanya, mereka juga akan meninggalkan bubuk-bubuk kayu. Nah, jika hal ini terjadi pada pintu jati ukir Anda, bersihkanlah bubuk tersebut, kemudian oleskan minyak tanah ke bagian yang terdapat bubuk tadi. Dengan begitu, serangga atau binatang-binatang kecil tidak akan datang kembali. Mereka akan mati oleh minyak tersebut. Ingat, minyak tanah ini tidak bisa digantikan dengan hanya sekadar air yang justru akan membuat kayu menjadi cepat korosi.

Itulah keenam langkah yang bisa Anda lakukan dalam merawat pintu jati ukir.

Untuk informasi lengkapnya bisa menghubungi arketing Arkana Jati dibawah ini :
CS : 083869446887

Email :
[email protected]